Skip to footer
Breakwater on Pulau Hantu Besar with oil refinery facilities on Pulau Busing
Photo: Illustrative image — Photo: Wzhkevin, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

world

Proyek Turbin Angin Sri Lanka Diduga Turunkan Hasil Tangkapan Ikan

Proyek turbin angin di Semenanjung Mannar, Sri Lanka, diduga menurunkan hasil tangkapan ikan dan menyebabkan banjir permukiman.

Updated 1 min read

Key points

  • Nelayan di Semenanjung Mannar melaporkan penurunan pendapatan harian dari 5.000 rupee menjadi 1.000 rupee sejak 2020.
  • Pemerintah Sri Lanka membekukan proyek turbin angin baru di Mannar dan melakukan studi kelayakan untuk mengatasi banjir.
  • Warga melalui Mannar Citizens' Committee telah mengajukan dua pengaduan ke pengadilan terkait dampak lingkungan proyek tersebut.

Why it matters. Penolakan warga ini menjadi tantangan bagi target Sri Lanka untuk mencapai 70% listrik nasional dari energi terbarukan pada 2030.

Warga Semenanjung Mannar, Sri Lanka, memprotes proyek turbin angin yang beroperasi sejak 2020 karena diduga menurunkan hasil tangkapan ikan dan memicu banjir. Nelayan Venkatasamy Kalimuththu dan kepala koperasi A Stanislas Peries melaporkan penurunan pendapatan harian dari 5.000 rupee menjadi sekitar 1.000 rupee. Menteri Energi Anura Karunathilaka menyatakan pemerintah sedang melakukan studi kelayakan banjir dan membekukan proyek baru di wilayah tersebut.

Latest updates

Proyek Turbin Angin Sri Lanka Diduga Turunkan Hasil Tangkapan Ikan

Pembangunan turbin angin di Semenanjung Mannar, Sri Lanka, menuai protes keras dari warga dan nelayan setempat. Venkatasamy Kalimuththu, nelayan berusia 65 tahun, melaporkan bahwa hasil tangkapan ikan menyusut drastis sejak turbin mulai beroperasi pada tahun 2020. Selain dampak ekonomi, proyek energi hijau ini dituding memicu banjir yang merendam permukiman warga saat musim hujan tiba. Warga mendesak pemerintah untuk mengevaluasi dampak lingkungan dari infrastruktur energi terbarukan tersebut.

Sources