
business
PT KBI Lepas dari Danareksa, Langsung di Bawah Danantara
KBI kini berada di bawah koordinasi PT Danantara Asset Management setelah lepas dari Danareksa.
Key points
- Pengalihan kepemilikan saham KBI ke PT Danantara Asset Management telah berjalan sejak September 2026.
- KBI tetap menjalankan bisnis sebagai clearing house dan penyelesaian transaksi di bursa berjangka.
- Volume transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) yang dikliringkan KBI tumbuh 109,4 persen secara tahunan hingga September 2026.
Why it matters. Pengalihan ini dinyatakan tidak mengubah fokus bisnis KBI, tetapi arah strategisnya ke depan masih menunggu keputusan Danantara.
Plt Direktur Utama KBI Adiyasa Suhadibroto mengatakan di Jakarta, Jumat (6/11/2026), pengalihan saham dari PT Danareksa (Persero) ke PT Danantara Asset Management sudah berjalan sejak September 2026. Operasional tetap sebagai clearing house, sementara manajemen masih menunggu arahan Danantara soal apakah KBI kembali ke holding atau berdiri sendiri. Volume transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) yang dikliringkan KBI tumbuh 109,4 persen secara tahunan hingga September 2026.
Latest updates
PT KBI Lepas dari Danareksa, Langsung di Bawah Danantara
Saham PT KBI kini berada di bawah Danantara Asset Management. Manajemen pastikan fungsi kliring dan penjaminan transaksi berjangka tetap jalan. Liputan6.com, Jakarta - PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) kini resmi berada di bawah koordinasi PT Danantara Asset Management (DAM). Peralihan pemegang saham ini dipastikan tidak mengganggu maupun mengubah fokus bisnis utama perusahaan. Plt Direktur Utama KBI, Adiyasa Suhadibroto, mengungkapkan bahwa pengalihan pemegang saham telah berjalan sejak September 2026. Sebelumnya, KBI merupakan anak usaha PT Danareksa (Persero) yang kini ditransformasi menjadi holding pengelola kawasan industri. "Seluruh aktivitas kepemilikan saham beralih ke PT DAM. Namun, operasional bisnis kami tetap sama, yakni sebagai clearing house dan penyelesaian (settlement) transaksi di bursa berjangka," kata Adiyasa saat ditemui di Jakarta, Jumat (6/11/2026). Saat ini perusahaan sedang menjalani tahapan transisi dari Danareksa ke Danantara. Meski arah bisnis dipastikan tidak berubah, pihak manajemen masih menunggu arahan strategis dari Danantara ke depan. "Bisnis masih under review, apakah kami akan dimasukkan ke dalam satu holding company lagi atau memang stand alone sebagai independent clearing house," jelasnya. Kendati berada dalam masa transisi, kinerja perseroan justru melaju kencang. Volume transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) yang dikliringka.