Skip to footer
Refleksi Hari Santri 2026: Saat Kecerdasan Buatan Merajai Teknologi, Bagaimana Relasi Santri Kiai?

tech

Refleksi Hari Santri 2026: Saat Kecerdasan Buatan Merajai Teknologi, Bagaimana Relasi Santri Kiai?

Updated 2 min read

Kecerdasan buatan atau AI mulai dipakai santri untuk mencari referensi, menerjemahkan bahasa Arab, merangkum bacaan, hingga menelusuri persoalan fikih lewat ponsel. Ketua Asosiasi Ma'had Aly Indonesia, KH Nur Salikin, menilai penggunaan AI di lingkungan pesantren sebagai hal yang wajar, terutama di kalangan mahasantri jenjang Ma'had Aly. Menurut dia, teknologi ini membantu santri memahami istilah sulit dan memetakan bahan penelitian awal sebelum mendalami kitab rujukan. Namun, Kiai Salikin mengingatkan bahwa jawaban cepat dari mesin tidak otomatis membuat santri paham secara utuh. Sebab, tradisi keilmuan pesantren menuntut penguasaan sumber, dalil, dan metode ulama, bukan sekadar hasil akhir. Ke depan, peran kiai dan ustaz tetap diperlukan untuk membimbing santri memverifikasi serta mendalami jawaban yang diberikan AI.

Latest updates

Refleksi Hari Santri 2026: Saat Kecerdasan Buatan Merajai Teknologi, Bagaimana Relasi Santri Kiai?

Kecerdasan buatan atau AI mulai dipakai santri untuk mencari referensi, menerjemahkan bahasa Arab, merangkum bacaan, hingga menelusuri persoalan fikih lewat ponsel. Ketua Asosiasi Ma'had Aly Indonesia, KH Nur Salikin, menilai penggunaan AI di lingkungan pesantren sebagai hal yang wajar, terutama di kalangan mahasantri jenjang Ma'had Aly. Menurut dia, teknologi ini membantu santri memahami istilah sulit dan memetakan bahan penelitian awal sebelum mendalami kitab rujukan. Namun, Kiai Salikin mengingatkan bahwa jawaban cepat dari mesin tidak otomatis membuat santri paham secara utuh. Sebab, tradisi keilmuan pesantren menuntut penguasaan sumber, dalil, dan metode ulama, bukan sekadar hasil akhir. Ke depan, peran kiai dan ustaz tetap diperlukan untuk membimbing santri memverifikasi serta mendalami jawaban yang diberikan AI.

Sources

Topics