Skip to footer

business

Anggaran Program Rekening Gratis Turun Jadi Rp 1,28 Triliun

Airlangga Hartarto turunkan anggaran program rekening gratis jadi Rp 1,28 triliun, target 25 juta penerima setelah data disaring ulang.

Updated 1 min read

Key points

  • Anggaran program rekening gratis turun dari Rp 3,84 triliun menjadi Rp 1,28 triliun setelah penyisiran data penerima.
  • Target penerima program diperkecil menjadi 25 juta orang di desil 1‑4 usia 17 tahun ke atas.
  • BRI dan BSI akan mengelola data penerima bersama BPS dan LPS, serta program mendukung penyaluran bantuan dan kegiatan produktif.

Why it matters. Penurunan anggaran dan penyempitan sasaran dapat memengaruhi cakupan inklusi keuangan serta efektivitas penyaluran bantuan pemerintah kepada kelompok berpendapatan rendah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan pada rapat koordinasi nasional di JIExpo, Jakarta, bahwa anggaran program pembukaan rekening gratis bagi warga usia 17 tahun ke atas turun dari Rp 3,84 triliun menjadi Rp 1,28 triliun setelah penyisiran ulang data penerima. Pemerintah awalnya menargetkan sekitar 76,8 juta orang dengan saldo awal Rp 50 ribu, namun setelah verifikasi hanya 25 juta orang di desil 1‑4 yang memenuhi syarat.

Latest updates

Anggaran Program Rekening Gratis Turun Jadi Rp 1,28 Triliun

Jakarta, 22 Oktober 2026 – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengumumkan penyesuaian anggaran program Rekening Gratis, menurunkan alokasi dari Rp 3,84 triliun menjadi Rp 1,28 triliun. Penurunan ini terjadi setelah proses verifikasi dan penyisiran data penerima yang menunjukkan jumlah calon nasabah lebih rendah dari perkiraan awal. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa penyesuaian ini bertujuan memastikan penggunaan dana yang lebih tepat sasaran dan menghindari pemborosan. Program tetap akan membuka rekening bagi warga berusia 17 tahun ke atas dengan biaya nol, namun dengan skala penerima yang lebih terkontrol. Pemerintah berkomitmen melanjutkan dukungan keuangan inklusif sambil menjaga disiplin fiskal.

Sources