
business
Rupiah Melemah ke Rp18.140 per Dolar AS pada Awal November 2026
Rupiah ditutup melemah 0,11% ke Rp18.140 per dolar AS pada Senin (2/11/2026).
Key points
- Rupiah sempat menyentuh Rp18.175/US$ sebelum memangkas pelemahan 35 poin hingga penutupan.
- Indeks DXY melemah 0,13% ke 101,745, tetapi rupiah belum keluar dari zona merah.
- PMI manufaktur Indonesia naik menjadi 54,0 pada Oktober, tertinggi dalam delapan bulan terakhir.
Why it matters. Pelemahan rupiah terjadi menjelang pemilu sela AS yang dapat memengaruhi kemampuan pemerintahan Presiden Donald Trump dalam menjalankan kebijakan anggaran, perpajakan, dan belanja negara.
Rupiah ditutup melemah 0,11% ke posisi Rp18.140/US$ pada Senin (2/11/2026), menurut data Refinitiv. Mata uang Garuda sempat menyentuh Rp18.175/US$ sebelum memangkas pelemahan 35 poin hingga penutupan. Indeks dolar AS (DXY) pukul 15.00 WIB melemah 0,13% ke 101,745, namun rupiah belum mampu ikut menguat. BPS mencatat inflasi tahunan 3,23%, melandai dari 3,28% pada September dan sedikit di bawah konsensus pasar 3,25%.
Latest updates
Rupiah Melemah ke Rp18.140 per Dolar AS pada Awal November 2026
Rupiah mengakhiri perdagangan pertama awal November 2026 di zona merah. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,11 persen ke posisi Rp18.140 per dolar AS pada Senin (2/11/2026). Pelemahan ini terjadi setelah rupiah mencatat penguatan selama dua hari berturut-turut pada akhir pekan lalu. Tekanan pada rupiah sudah terlihat sejak pembukaan perdagangan pagi hari. Pergerakan mata uang ini perlu dicermati seiring meningkatnya ketidakpastian global.
Rupiah Melemah ke Rp18.155 per Dolar AS pada Perdagangan Pertama November
Rupiah melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan pertama November 2026, Senin (2/11), ke level Rp18.155 per dolar. Analis memperkirakan rupiah dibuka stagnan. Investor masih mencermati sejumlah data ekonomi domestik yang dirilis pada siang hari. Pergerakan rupiah tersebut menjadi perhatian pelaku pasar keuangan. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada rilis data dan sentimen global.