Skip to footer

business

Gubernur BI Akui Isu MSCI Tekan Rupiah Selama Dua Hari

Gubernur BI Destry Damayanti mengakui isu klasifikasi MSCI sempat menekan rupiah selama dua hari.

Updated 1 min read

Key points

  • Destry Damayanti mengakui isu perubahan klasifikasi pasar modal oleh MSCI menekan rupiah selama dua hari.
  • Destry menilai tekanan terhadap rupiah masih relatif dalam batas normal.
  • BI memantau arus modal keluar menyusul kekhawatiran penurunan status pasar modal Indonesia.

Why it matters. Kekhawatiran penurunan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market dapat memengaruhi arus modal dan nilai tukar rupiah.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengakui isu perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) sempat menekan nilai tukar rupiah selama dua hari. Destry menilai tekanan tersebut masih relatif dalam batas normal. Ia menyebut tekanan rupiah juga tidak lepas dari kondisi pasar regional yang sedang tidak baik. BI terus mencermati perkembangan pasar keuangan domestik, termasuk memantau arus modal keluar.

Latest updates

Gubernur BI Akui Isu MSCI Tekan Rupiah Selama Dua Hari

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengakui bahwa isu perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah selama dua hari. Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta untuk merespons pelemahan rupiah yang terjadi belakangan. Damayanti menjelaskan bahwa sentimen negatif dari isu klasifikasi MSCI mempengaruhi persepsi investor terhadap pasar keuangan domestik. Bank Indonesia disebut terus memantau pergerakan pasar dan siap mengambil langkah stabilisasi jika diperlukan. Ia menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga meskipun terjadi gejolak jangka pendek.

Sources