Skip to footer
Container Ship at the Hai Phong International Container Terminal 01
Photo: Illustrative image — Photo: Nathan.cima, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

business

Industri Desak Pemerintah Hapus Fasilitas Masterlist untuk Impor Pipa Seamless

Industri pipa seamless desak pemerintah menghapus fasilitas Masterlist dan kuota impor

Updated 1 min read

Key points

  • Pemerintah diminta mengevaluasi fasilitas Masterlist dan kuota impor pipa seamless karena industri nasional sudah memiliki kemampuan
  • Menurut PMK Nomor 217/PMK.04/2019, fasilitas impor hanya untuk barang yang belum bisa diproduksi, belum sesuai spesifikasi, atau belum
  • Michael Johan Gary meminta verifikasi ketersediaan produk, kesesuaian spesifikasi, dan kapasitas produksi nasional sebelum rekomendasi

Why it matters. Menurut Michael Johan Gary, banjir produk impor pipa seamless disinyalir akan membahayakan produsen pipa seamless nasional.

Direktur Indo Sino Internasional Michael Johan Gary meminta pemerintah mengevaluasi fasilitas Masterlist dan kuota impor pipa seamless untuk industri pelengkap, Rabu (4/11/2026). Ia menilai fasilitas itu dapat mengancam produsen dalam negeri karena industri nasional sudah mampu berproduksi. Ia juga meminta verifikasi ketersediaan produk, kesesuaian spesifikasi, dan kapasitas produksi nasional sebelum rekomendasi diberikan, merujuk PMK Nomor 217/PMK.04/2019.

Latest updates

Industri Desak Pemerintah Hapus Fasilitas Masterlist untuk Impor Pipa Seamless

Industri pipa seamless nasional meminta pemerintah menghapus fasilitas Masterlist dan kuota impor yang diberikan kepada industri pelengkap. Industri menilai pemberian fasilitas tersebut dapat mengancam keberlangsungan produsen dalam negeri. Mereka menyatakan bahwa industri nasional saat ini sudah memiliki kemampuan produksi dan fasilitas manufaktur sendiri. Karena itu, impor semestinya tidak memperoleh perlakuan khusus. Pemerintah diminta memastikan pemberian fasilitas impor sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tanggapan resmi pemerintah belum tercantum dalam ringkasan berita ini.

Sources