
business
Simak Pidato Lengkap Hashim yang Viral Soal Pajak Warteg-Pijat, Klaim RI Bisa Surplus Rp 900T
Hashim Djojohadikusumo klaim Indonesia bisa surplus Rp 900 triliun, pidatonya di Kadin kembali viral.
Key points
- Hashim menyebut 35-40 persen kegiatan ekonomi Indonesia tidak tercatat menurut Bank Dunia.
- PDB resmi Indonesia tercatat Rp 25 ribu triliun, dan Hashim menyebut angka itu diakui IMF, Bank Dunia dan Bank Indonesia.
- Hashim menyebut pemerintah akan memungut pajak digital mulai 9 November.
Why it matters. Menurut Hashim, transaksi tanpa kuitansi membuat penerimaan negara tidak dipungut, sehingga pemerintah disebut kesulitan membiayai program seperti MBG dan Kopdes.
Ketua Dewan Penasehat Kadin Hashim Djojohadikusumo berpidato selama 23 menit di Rapat Pimpinan Nasional Kadin di Hotel Borobudur pada Kamis (29/10/2026). Ia mengutip Bank Dunia bahwa 35-40 persen kegiatan ekonomi Indonesia tidak tercatat, atau kurang lebih Rp 10 ribu triliun. Angka surplus Rp 900 triliun dalam judul tidak disebut dalam kutipan pidato yang dimuat.
Latest updates
Simak Pidato Lengkap Hashim yang Viral Soal Pajak Warteg-Pijat, Klaim RI Bisa Surplus Rp 900T
JAKARTA -- Pidato Ketua Dewan Penasehat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Hashim Djojohadikusumo kembali viral, Senin (2/11/2026) ini. Pidato sepanjang 23 menit di acara Rapat Pimpinan Nasional pengurus... JAKARTA -- Pidato Ketua Dewan Penasehat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Hashim Djojohadikusumo kembali viral, Senin (2/11/2026) ini. Pidato sepanjang 23 menit di acara Rapat Pimpinan Nasional pengurus Kadin itu berlangsung di Hotel Borobudur, Kamis (29/10/2026). Di dalam pidato yang viral itu, Hashim menyebut pemerintah akan memungut pajak digital per 9 November ini atau Senin pekan depan. Seperti apa sebetulnya pidato Hashim itu, apa saja yang ia bahas dalam pidato itu, dan benarkah bahwa sebagian publik merasa tidak puas akan pemerintah saat ini? Berikut kutipan pidatonya: Keluarga besar Kadin yang saya hormati. Saya kira saya tidak usah sebut satu persatu, sudah beberapa kali. Kawan-kawan yang hadir. Pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada panitia, Pak Erwin (Aksa), atas undangan diberikan kepada saya sebagai selaku Ketua Dewan Penasehat dan juga sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi. Saya kira dalam waktu yang terbatas diberikan, ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan kepada para hadirin, karena para hadirin adalah pelaku usaha yang sangat penting dalam ekonomi kita. Beberapa hal yang bisa jadi acuan untuk kita semua. Yang p.