Skip to footer
European Central Bank - building under construction - Frankfurt - Germany - 14
Photo: Illustrative image — Photo: Norbert Nagel, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons

business

IMF Proyeksikan PDB per Kapita Vietnam Salip Indonesia pada 2026

IMF proyeksikan PDB per kapita Vietnam salip Indonesia pada 2026 berdasarkan laporan World Economic Outlook edisi Oktober 2026.

Updated 1 min read

Key points

  • PDB per kapita nominal Vietnam diproyeksikan mencapai USD5.259 pada 2026, naik 8,9% dari USD4.829 pada 2025.
  • PDB per kapita Indonesia diprediksi tertahan akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi.
  • Realisasi FDI Vietnam menembus USD21,07 miliar, sementara registrasi FDI baru meroket 76,4% hingga USD50,36 miliar.

Why it matters. Proyeksi IMF ini menjadi sinyal peringatan bagi perekonomian Indonesia, yang PDB per kapitanya diprediksi tertahan akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi.

IMF memproyeksikan PDB per kapita nominal Vietnam mencapai USD5.259 (sekitar Rp82,5 juta) pada 2026, naik 8,9% dari USD4.829 pada 2025. Posisi Indonesia pun turun ke peringkat keenam di ASEAN. Vietnam memikat Samsung dan Foxconn sebagai rute alternatif utama dari Tiongkok, sementara ekspor barangnya mencapai USD434,3 miliar pada sembilan bulan pertama 2026.

Latest updates

IMF Proyeksikan PDB per Kapita Vietnam Salip Indonesia pada 2026

Laporan World Economic Outlook edisi Oktober 2026 dari Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan PDB per kapita nominal Vietnam akan menyalip Indonesia pada tahun 2026. PDB per kapita nominal dihitung dengan membagi produk domestik bruto dengan jumlah penduduk, sehingga menjadi indikator rata-rata pendapatan. Proyeksi tersebut merupakan perkiraan IMF, bukan angka realisasi. Pemberitaan menilai hasil ini sebagai sinyal peringatan bagi pemerintah dan pelaku ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi Vietnam yang kuat dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu faktor yang disorot dalam perbandingan kawasan. Angka final akan bergantung pada revisi data dan perkembangan kurs dalam laporan berikutnya.

Sources

Topics