Skip to footer

business

Zulhas Lepas Ekspor 40 Ton Terasi Asahan ke Thailand Senilai Rp 230 Juta

Zulhas melepas ekspor perdana 40 ton terasi udang rebon asal Kabupaten Asahan ke Thailand senilai Rp230 juta.

Updated 2 min read

Key points

  • Ekspor perdana 40 ton terasi udang rebon dari UMKM Asahan ke Thailand bernilai sekitar Rp230 juta.
  • Produksi perikanan tangkap di Kabupaten Asahan tercatat mencapai 50.658 ton hingga September 2026.
  • Nilai ekspor terasi Asahan naik dari Rp21 miliar pada 2025 menjadi Rp34 miliar pada 2026.

Why it matters. Ekspor ini membuka peluang bagi produk olahan lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan bagi masyarakat pesisir.

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan melepas ekspor perdana 40 ton terasi udang rebon asal Kabupaten Asahan ke Thailand pada Sabtu (24/10) di depan Kantor Bupati Asahan. Pengiriman senilai Rp230 juta ini didukung oleh produksi perikanan tangkap Asahan yang mencapai 50.658 ton hingga September 2026. Data Pemkab Asahan mencatat volume ekspor terasi meningkat dari 1.897,7 ton senilai Rp21 miliar pada 2025 menjadi 2.758,5 ton senilai Rp34 miliar pada 2026.

Latest updates

Zulhas Lepas Ekspor 40 Ton Terasi Asahan ke Thailand Senilai Rp 230 Juta

Menteri Zulkifli Hasan melepas ekspor perdana 40 ton terasi udang rebon dari Asahan ke Thailand, membuka peluang pasar internasional bagi UMKM lokal. Jakarta - Produk terasi udang rebon produksi UMKM asal Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), mulai menembus pasar internasional. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) pun melepas ekspor perdana sebanyak 40 ton terasi ke Thailand dengan nilai sekitar Rp230 juta. "Hari ini kita melepas ekspor perdana produk UMKM asal Kabupaten Asahan, berupa terasi udang rebon sebanyak 40 ton ke Thailand, dengan nilai sekitar Rp230 juta," ujar Zulhas dalam keterangannya, Minggu (25/10/2026). Hal tersebut disampaikan Zulhas saat melepas deretan truk kontainer berisi terasi di depan Kantor Bupati Asahan, Sabtu (24/10). SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Ekspor ini membuka peluang bagi produk olahan lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan. Kabupaten Asahan memiliki garis pantai sekitar 56 kilometer di Selat Malaka dan menjadi salah satu daerah dengan produksi perikanan tangkap terbesar di Sumut. Hingga September 2026, produksi perikanan tangkap di Asahan tercatat mencapai 50.658 ton. Potensi perikanan tersebut turut menopang usaha pengolahan hasil laut yang menggunakan bahan baku dari nelayan setempat. Terasi udang rebon menjadi salah satu produk yang dikembangkan un.

Sources