
business
Pasar Modal Masih Bergejolak, IHSG Masih Berkutat di Level 5.000-an
JAKARTA – Pasar modal Indonesia masih mengalami gejolak, seiring dengan terus berlanjut keluarnya investasi asing di tengah ancaman
Poin utama
- IHSG melemah 3,78% ke level 4.904,28 pada penutupan perdagangan Selasa (3/11/2026).
- Penghimpunan dana hingga Oktober 2026 tercatat Rp 205,77 triliun dari tujuh IPO.
- Realisasi penghimpunan dana 2026 diperkirakan sekitar Rp 250 triliun hingga akhir tahun.
Mengapa penting. Pelemahan IHSG menjadi sorotan pelaku pasar, sementara OJK menyatakan fundamental emiten di pasar modal domestik masih terjaga baik.
Pasar modal Indonesia tetap tidak stabil karena adanya arus keluar investasi asing yang dipicu oleh risiko penurunan status pasar dari emerging market menjadi standalone market. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi 0,13 persen hingga mencapai level 5.050,429 pada periode 2 hingga 6 November 2026.
Latest updates
Pasar Modal Masih Bergejolak, IHSG Masih Berkutat di Level 5.000-an
Pasar modal Indonesia tetap tidak stabil karena adanya arus keluar investasi asing yang dipicu oleh risiko penurunan status pasar dari emerging market menjadi standalone market. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi 0,13 persen hingga mencapai level 5.050,429 pada periode 2 hingga 6 November 2026. Nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia juga turun 1,34 persen menjadi Rp 8.744 triliun, sementara rata-rata volume transaksi harian menurun 3,5 persen menjadi 31,29 miliar saham. Frekuensi transaksi harian tercatat berkurang 16,44 persen menjadi 1,29 juta kali, dan rata-rata nilai transaksi harian turun 23 persen menjadi Rp 11,04 triliun.
Bos OJK Soal IHSG di Bawah 5.000: Konsekuensi dari Reformasi Pasar Modal
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada penutupan perdagangan Selasa. Berdasarkan data RTI Business, IHSG diketahui melemah 3,78% ke level 4.904,28. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan pelemahan IHSG menjadi konsekuensi logis dari reformasi pasar modal yang dilakukan pihaknya dan Self-Regulatory Organization (SRO). Di sisi lain, ia menjelaskan bahwa pasar harus bersaing global, meski kinerja emiten tetap positif. Pihak OJK telah melakukan reformasi pasar modal untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi. Namun, pelemahan IHSG menunjukkan bahwa masih ada tantangan yang harus dihadapi. Pihak OJK akan terus memantau situasi pasar dan mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga stabilitas pasar.
Sources
AI-assisted summary of the reporting above. Quotes are kept to one sentence. Copyright concern? See our DMCA takedown page.