Skip to footer
BalticServers data center
Photo: Illustrative image — Photo: BalticServers.com, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons

politics

BNPB: 1.430 Hektare Lahan Masih Terbakar, Terbanyak di Papua Selatan

BNPB melaporkan 1.430 hektare lahan masih terbakar di Indonesia, dengan Papua Selatan sebagai wilayah terdampak terbesar.

Updated 1 min read

Poin utama

  • BNPB mencatat 1.430 hektare lahan masih terbakar hingga 7 November 2026 pukul 17.00 WIB.
  • Papua Selatan memiliki estimasi luas lahan terbakar terbesar sebesar 362 hektare.
  • Petugas BNPB mulai mengantisipasi risiko banjir dan longsor menjelang musim hujan.

Mengapa penting. Penurunan luas lahan terbakar meski masih signifikan menandakan upaya pemadaman berjalan, namun pergeseran ancaman ke banjir dan longsor memerlukan kesiapan antisipasi di wilayah rawan hidrologis sebelumnya terbakar.

Diperbarui Sumber: detikNews, Kompas.com, Databoks

Plt Kepala Pusat Data BNPB Berton SP Panjaitan melaporkan pada Minggu (8/11/2026) bahwa 1.430 hektare lahan di Indonesia masih terbakar hingga pukul 17.00 WIB. Angka ini menunjukkan penurunan dari 5.191 hektare yang belum padam pada 5 November, meskipun jumlah hotspot nasional tercatat 2.733 titik. Provinsi Papua Selatan menjadi wilayah dengan lahan terbakar terbesar seluas 362 hektare, disusul Kalimantan Tengah dengan 382 hektare.

Latest updates

BNPB: 1.430 Hektare Lahan Masih Terbakar, Terbanyak di Papua Selatan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memaparkan data terbaru mengenai kebakaran hutan dan lahan di Indonesia yang masih berlangsung hingga 7 November 2026 pukul 17.00 WIB. Estimasi luas lahan yang masih terbakar mencapai sekitar 1.430 hektare dan memerlukan penanganan segera. Secara nasional, pemantauan BNPB mendeteksi 2.733 titik hotspot, dengan 928 titik di antaranya teridentifikasi sebagai firespot yang mengindikasikan kebakaran aktif. Wilayah Papua Selatan menjadi lokasi dengan konsentrasi lahan terbakar terbanyak, memicu kekhawatiran terkait dampak lingkungan dan kualitas udara di wilayah tersebut.

Sources