Skip to footer
Jakarta Skyline Part 2
Photo: Illustrative image — Photo: yohanes budiyanto, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons

politics

Tokoh Politik Berjumlah Banyak Mengaku Korban Penyadapan Eks Kapolri Listyo Sigit Prabowo

Beberapa tokoh politik di Indonesia mengaku menjadi korban penyadapan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan timnya.

Updated 1 min read

Poin utama

  • Beberapa tokoh politik di Indonesia mengaku menjadi korban penyadapan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
  • Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia membantah narasi keterlibatannya dalam kasus penyadapan tersebut.
  • Presiden KSPI Said Iqbal mengonfirmasi posisinya sebagai nomor 42 dalam daftar penyadapan.

Mengapa penting. Kasus ini menyoroti dugaan pelanggaran privasi oleh pejabat tinggi negara dan memicu tuntutan klarifikasi serta investigasi tuntas dari para tokoh yang terdampak.

Diperbarui Sumber: Cnnindonesia, News

Beberapa tokoh politik di Indonesia mengaku menjadi korban penyadapan oleh mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan timnya. Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyatakan dirinya berada dalam daftar tersebut dan membantah narasi keterlibatannya dalam kasus itu. Presiden KSPI Said Iqbal juga mengonfirmasi posisinya sebagai nomor 42 dalam daftar penyadapan sambil menekankan pentingnya asas praduga tak bersalah.

Latest updates

Tokoh Politik Berjumlah Banyak Mengaku Korban Penyadapan Eks Kapolri Listyo Sigit Prabowo

Beberapa tokoh politik di Indonesia telah muncul ke depan untuk mengaku menjadi korban penyadapan oleh mantan Kepala Kepolisian RI, Listyo Sigit Prabowo, dan jenderal lainnya. Klaim ini muncul setelah Listyo dan tiga jenderal lain ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Bareskrim Polri terkait penyadapan Presiden Prabowo Subianto. Tokoh-tokoh tersebut menyatakan bahwa mereka masuk dalam daftar sasaran penyadapan selain presiden. Kasus ini menjadi sorotan publik di tengah proses hukum yang sedang berjalan.

DPR Harap Tim Khusus Kapolri Temukan Dalang Penyadapan Prabowo

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto telah membentuk tim khusus yang dipimpin oleh Komjen Asep Safrudin untuk mengungkap kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto. Tim ini ditargetkan menelusuri peran mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan dua jenderal lainnya yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menyampaikan harapannya agar tim khusus ini mampu mengidentifikasi dalang di balik insiden tersebut. Langkah ini diambil sebagai respons serius terhadap pelanggaran privasi yang dilakukan terhadap kepala negara.

Sources