Skip to footer

business

Bos BEI Jeffrey Hendrik Bantah Dugaan Intervensi Singapura di Balik Penurunan Status MSCI

Bos BEI Jeffrey Hendrik bantah dugaan intervensi Singapura di balik usulan MSCI menurunkan status pasar saham Indonesia.

Updated 1 min read

Archived — last updated

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik membantah dugaan intervensi Singapura di balik usulan MSCI menurunkan status pasar saham Indonesia ke standalone market. Jeffrey mengatakan pihaknya tetap meyakini bahwa lembaga penyedia indeks global bekerja secara independen. Karena itu, ia menyebut BEI memilih fokus pada langkah teknis untuk mereformasi pasar modal. Sebelumnya, eks Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menilai ancaman penurunan status itu terjadi karena campur tangan Singapura.

Latest updates

Bos BEI Jeffrey Hendrik Bantah Dugaan Intervensi Singapura di Balik Penurunan Status MSCI

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik membantah dugaan adanya intervensi Singapura di balik pernyataan MSCI yang menyebut status pasar modal Indonesia bisa turun dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Jeffrey menyatakan BEI terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk menjaga status pasar modal Indonesia. Ia menegaskan bahwa keputusan MSCI didasarkan pada kriteria teknis, bukan faktor politik atau intervensi negara lain. Status pasar modal Indonesia saat ini masih berada dalam kategori Emerging Market. BEI berkomitmen meningkatkan likuiditas dan tata kelola pasar untuk mempertahankan status tersebut. Pernyataan MSCI sebelumnya memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar domestik.

Sources