Skip to footer

business

Biaya Spektrum Frekuensi Dinilai Hambat Ekspansi 5G di Indonesia

Biaya spektrum frekuensi mempengaruhi ekspansi 5G di Indonesia.

Updated 1 min read

Archived — last updated

Biaya spektrum frekuensi mempengaruhi ekspansi 5G di Indonesia. Kementerian Komdigi dorong kebijakan terjangkau untuk investasi infrastruktur telekomunikasi. Jakarta - Biaya penggunaan spektrum frekuensi menjadi salah satu faktor yang menentukan kecepatan ekspansi jaringan 5G di Indonesia. Cakupan sinyal 5G di Indonesia terbilang masih rendah sekitar 4,4% meski sudah dikomersialisasikan sejak pertengahan 2021.

Latest updates

Biaya Spektrum Frekuensi Dinilai Hambat Ekspansi 5G di Indonesia

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menilai biaya penggunaan spektrum frekuensi menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kecepatan ekspansi jaringan 5G di Indonesia. Cakupan sinyal 5G di Indonesia masih terbilang rendah, yaitu sekitar 4,4 persen, meskipun teknologi ini telah dikomersialkan sejak pertengahan tahun 2021. Komdigi mendorong kebijakan biaya spektrum yang lebih terjangkau untuk merangsang investasi infrastruktur telekomunikasi dari operator seluler. Tingginya biaya frekuensi dinilai membebani operator dan memperlambat pembangunan menara pemancar 5G di luar kota-kota besar. Pemerintah berencana mengevaluasi struktur tarif spektrum untuk mempercepat pemerataan akses internet berkecepatan tinggi di seluruh Indonesia.

Sources