Skip to footer
Tanjung Priok container terminal 2006.jpg
Photo: Illustrative image — Photo: Niels Johannes, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

politics

Bapanas Curiga Penyelewengan Beras SPHP Melalui Rumah Pangan Kita

Bapanas curiga penyelewengan beras SPHP melalui Rumah Pangan Kita di Oktober 2026.

Updated 1 min read

Poin utama

  • Badan Pangan Nasional menduga penyelewengan beras SPHP melalui Rumah Pangan Kita terjadi pada Oktober 2026.
  • Deputi Bapanas Hermawan meminta Bulog berkoordinasi dengan Satgas Pangan Polri untuk memantau pemesanan mencurigakan.
  • Penyelewengan beras SPHP sebelumnya telah terungkap di Jakarta Timur, NTB, dan Pasuruan dengan total kerugian negara hingga Rp 3,3 miliar.

Mengapa penting. Kekhawatiran Bapanas bahwa beras SPHP berkualitas lokal dioplos dan dijual kembali sebagai beras premium berpotensi merugikan masyarakat dan negara.

Diperbarui Sumber: Finance

Badan Pangan Nasional menduga terjadi penyelewengan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan melalui Rumah Pangan Kita pada Oktober 2026. Deputi Bapanas Hermawan menyatakan kekhawatiran bahwa beras berkualitas baik tersebut dioplos dan dijual kembali sebagai beras premium. Ia telah menyurati Satgas Pangan Polri untuk menyelidiki RPK yang stoknya cepat habis dan meminta Bulog berkoordinasi terkait pemesanan mencurigakan.

Latest updates

Bapanas Curiga Penyelewengan Beras SPHP Melalui Rumah Pangan Kita

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menduga adanya penyelewengan sepanjang Oktober 2026 dalam penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Modus penyelewengan tersebut diduga memanfaatkan Rumah Pangan Kita (RPK) sebagai salah satu kanal resmi penyaluran untuk melakukan manipulasi. Dalam catatan Bapanas, realisasi penyaluran beras melalui RPK menunjukkan indikasi adanya penyimpangan yang perlu ditindaklanjuti. Bapanas telah meminta Satgas Pangan turun tangan untuk menyelidiki dugaan penyelewengan ini secara mendalam.

Sources