Skip to footer
Jakarta Skyline Part 2
Photo: Illustrative image — Photo: yohanes budiyanto, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons

business

Sri Prakash Lohia Jadi Miliarder Rp 155 Triliun dari Pabrik Benang Purwakarta

Sri Prakash Lohia membangun kekayaan Rp 155 triliun dari pabrik benang di Purwakarta hingga menjadi raksasa petrokimia global.

Updated 1 min read

Poin utama

  • Sri Prakash Lohia mendirikan Indorama Synthetics di Purwakarta pada tahun 1974 bersama ayahnya.
  • Ia membeli kilang Eleme Petrochemicals di Nigeria seharga US$ 225 juta pada tahun 2006.
  • Kekayaan bersih Lohia tercatat mencapai US$ 8,6 miliar atau setara Rp 155 triliun.

Mengapa penting. Kisah Lohia menunjukkan bahwa investasi di pasar berkembang dengan risiko tinggi dapat menghasilkan pertumbuhan bisnis yang signifikan dan penciptaan lapangan kerja luas.

Diperbarui Sumber: Liputan6

Sri Prakash Lohia membangun imperium petrokimia dari pabrik benang kecil di Purwakarta, Jawa Barat, yang didirikan oleh ayahnya pada 1974. Ia membeli kilang Eleme Petrochemicals di Nigeria seharga US$ 225 juta pada 2006 dan mengubahnya menjadi produsen bahan baku plastik terbesar di benua tersebut. Kekayaan bersih Lohia kini mencapai US$ 8,6 miliar atau Rp 155 triliun, menjadikannya salah satu orang terkaya di Indonesia.

Latest updates

Sri Prakash Lohia Jadi Miliarder Rp 155 Triliun dari Pabrik Benang Purwakarta

Sri Prakash Lohia, seorang pengusaha asal India yang datang ke Indonesia pada pertengahan 1970-an, telah sukses membangun salah satu imperium petrokimia terbesar di dunia. Berawal dari sebuah pabrik benang kecil di Purwakarta, Jawa Barat, usahanya berkembang pesat hingga kini ia memiliki kekayaan senilai Rp 155 triliun. Kisah sukses Lohia dimulai tanpa modal melimpah atau kelancaran berbahasa Indonesia, namun ia berhasil membangun jaringan bisnis yang kuat. Kini, namanya dikenal sebagai salah satu tokoh kunci di industri petrokimia global. Keberhasilannya menjadi inspirasi bagi banyak pengusaha imigran yang ingin membangun bisnis di tanah air.

Sources